089658899700

mtssnssayung@gmail.com

Today :

Doa Awal dan Akhir Tahun Hijriah

said7613@gmail.com

Jun. 14, 2026

Momentum sakral pergantian tahun baru Islam ini senantiasa menjadi cermin besar bagi seluruh civitas akademika untuk merenungi rekam jejak amalan yang telah lalu sekaligus menyusun strategi peningkatan ketakwaan di masa depan.

Guna mengawali lembaran baru yang suci, Kementerian Agama Republik Indonesia (Kemenag RI) senantiasa menganjurkan umat Islam untuk memperbanyak zikir dan memanjatkan doa khusus. Amalan ini menjadi jembatan spiritual yang kuat untuk memohon ampunan atas kekhilafan di tahun lalu dan mengharap keberkahan untuk tahun yang akan datang. Berikut adalah panduan waktu serta teks resmi doa akhir dan awal tahun yang bersumber dari rilis Ditjen Bimas Islam Kemenag.

Waktu Terbaik Membaca Doa

Ketentuan waktu membaca kedua doa ini perlu diperhatikan secara saksama karena perputaran hari dalam kalender Hijriah dimulai sejak terbenamnya matahari (waktu Magrib):

  1. Doa Akhir Tahun: Dibaca pada hari terakhir bulan Zulhijah, tepatnya setelah melaksanakan salat Asar hingga sebelum memasuki waktu Magrib.
  2. Doa Awal Tahun: Dibaca setelah melaksanakan salat Magrib pada malam tanggal 1 Muharram.
Dibaca setelah salat Asar sebelum Magrib
بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ، وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ. اَللَّهُمَّ مَا عَمِلْتُ فِي هَذِهِ السَّنَةِ مِمَّا نَهَيْتَنِي عَنْهُ فَلَمْ أَتُبْ مِنْهُ وَلَمْ تَرْضَهُ وَلَمْ تَنْسَهُ وَحَلِمْتَ عَلَيَّ بَعْدَ قُدْرَتِكَ عَلَى عُقُوبَتِي وَدَعَوْتَنِي إِلَى التَّوْبَةِ بَعْدَ جَرَاءَتِي عَلَى مَعْصِيَتِكَ فَإِنِّي أَسْتَغْفِرُكَ فَاغْفِرْ لِي، وَمَا عَمِلْتُ فِيهَا مِمَّا تَرْضَاهُ وَوَعَدْتَنِي عَلَيْهِ الثَّوَابَ فَأَسْأَلُكَ اَللَّهُمَّ يَا كَرِيمُ يَا ذَا الْجَلَالِ وَالْإِكْرَامِ أَنْ تَتَقَبَّلَهُ مِنِّي وَلَا تَقْطَعْ رَجَائِي مِنْكَ يَا كَرِيمُ، وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ
“Wa shallallahu ‘ala sayyidina Muhammadin wa ‘ala alihi wa shahbihi wa sallam. Allahumma ma ‘amiltu fi hadzihis sanati mimma nahaitani ‘anhu falam atub minhu wa lam tardhahu wa lam tansahu wa halimta ‘alayya ba‘da qudratika ‘ala ‘uqubati wa da‘autani it-taubati ba‘da jara’ati ‘ala ma‘shiyatika fa-inni astaghfiruka faghfir li. Wa ma ‘amiltu fiha mimma tardhahu wa wa‘adtani ‘alaihits tsawaba fa-as’aluka allahumma ya karimu ya dzal jalali wal ikrami an tataqabbalahu minni wa la taqtha‘ raja’i minka ya karim. Wa shallallahu ‘ala sayyidina Muhammadin wa ‘ala alihi wa shahbihi wa sallam.”
Artinya: “Semoga Allah melimpahkan rahmat dan keselamatan kepada junjungan kami Nabi Muhammad SAW beserta keluarga dan sahabatnya. Ya Allah, segala amal perbuatan yang aku lakukan pada tahun ini dari apa yang Engkau larang namun aku belum bertobat, Engkau tidak meridainya, tidak melupakannya, dan Engkau berbaik hati tidak menghukumku setelah Engkau berkuasa menyiksaku, serta Engkau menyeruku untuk bertobat setelah keberanianku melanggar larangan-Mu, maka sungguh aku memohon ampunan-Mu, ampunilah aku. Dan segala amal perbuatan yang aku lakukan pada tahun ini yang Engkau ridai dan Engkau janjikan pahala atasnya, aku memohon kepada-Mu, ya Allah, wahai Zat Yang Maha Pemurah, Pemilik Keagungan dan Kemuliaan, terimalah amalku itu dan janganlah Engkau memutus harapanku kepada-Mu, wahai Zat Yang Maha Pemurah. Semoga Allah melimpahkan rahmat dan keselamatan kepada junjungan kami Nabi Muhammad SAW beserta keluarga dan sahabatnya.”
Dibaca 3x setelah salat Magrib
بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ، وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ. اَللَّهُمَّ أَنْتَ الْأَبَدِيُّ الْقَدِيمُ الْأَوَّلُ، وَعَلَى فَضْلِكَ الْعَظِيمِ وَكَرِيمِ جُودِكَ الْمُعَوَّلِ، وَهَذَا عَامٌ جَدِيدٌ قَدْ أَقْبَلَ، أَسْأَلُكَ الْعِصْمَةَ فِيهِ مِنَ الشَّيْطَانِ وَأَوْلِيَائِهِ، وَالْعَوْنَ عَلَى هَذِهِ النَّفْسِ الْأَمَّارَةِ بِالسُwُوءِ، وَالِاشْتِغَالَ بِمَا يُقَرِّبُنِي إِلَيْكَ زُلْفَى، يَا ذَا الْجَلَالِ وَالْإِكْرَامِ، وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ
“Wa shallallahu ‘ala sayyidina Muhammadin wa ‘ala alihi wa shahbihi wa sallam. Allahumma antal-abadiyyul-qadimul-awwal, wa ‘ala fadhlikal-‘azhimi wa karimi judikal-mu‘awwal. Wa hadza ‘amun jadidun qad aqbal. As’alukal-‘ishmata fihi minasy-syaithani wa auliya’ih, wal-‘auna ‘ala hadzihin-nafsil-ammarati bis-su’, wal-isytighala bima yuqarribuni ilaika zulfa, ya dzal-jalali wal-ikram. Wa shallallahu ‘ala sayyidina Muhammadin wa ‘ala alihi wa shahbihi wa sallam.”
Artinya: “Semoga Allah melimpahkan rahmat dan keselamatan kepada junjungan kami Nabi Muhammad SAW beserta keluarga dan sahabatnya. Ya Allah, Engkaulah yang abadi, yang terdahulu, dan yang awal. Atas karunia-Mu yang agung dan kedermawanan-Mu yang mulia yang menjadi sandaran, tahun baru ini sungguh telah datang. Aku memohon kepada-Mu perlindungan pada tahun ini dari setan dan para pengikutnya, pertolongan untuk mengendalikan nafsu yang selalu mendorong pada keburukan, serta kesibukan dengan amal perbuatan yang dapat mendekatkan diriku kepada-Mu dengan sedekat-dekatnya, wahai Zat Yang Memiliki Keagungan dan Kemuliaan. Semoga Allah melimpahkan rahmat dan keselamatan kepada junjungan kami Nabi Muhammad SAW beserta keluarga dan sahabatnya.”

Artikel Terkait

Tinggalkan komentar