Pencak Silat Pagar Nusa, atau yang secara resmi bernama Ikatan Pencak Silat Nahdlatul Ulama (IPS NU) Pagar Nusa, merupakan salah satu khazanah budaya bela diri asli Indonesia. Lahir pada 3 Januari 1986 di Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri, organisasi ini diinisiasi oleh para ulama NU untuk menyatukan berbagai aliran silat yang tersebar di kalangan warga pesantren.
Nama “Pagar Nusa” sendiri memiliki filosofi yang mendalam, yaitu “Pagar NU dan Bangsa”. Artinya, selain berfungsi sebagai sarana pertahanan fisik, bela diri ini mengemban misi besar untuk membentengi aqidah Ahlussunnah wal Jama’ah serta menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Berbeda dengan olahraga bela diri pada umumnya, Pagar Nusa mengintegrasikan tiga unsur utama dalam setiap latihannya:
- Olah Fisik (Seni Bela Diri): Melatih ketangkasan, kekuatan, dan ketahanan tubuh melalui jurus-jurus silat yang efektif.
- Olah Mental (Karakter): Menanamkan akhlakul karimah, kedisiplinan, serta sikap rendah hati (tawadu’). Seorang pesilat Pagar Nusa diajarkan untuk tidak sombong dan hanya menggunakan keahliannya untuk membela diri atau menolong sesama.
- Olah Spiritual (Metofisika/Doa): Memperkuat batin dengan amalan zikir dan doa, sehingga tercipta keseimbangan antara kekuatan jasmani dan rohani.
Ekskul Pagar Nusa di MTs NS Sayung: Wadah Prestasi dan Pembentukan Akhlak Siswa
Semangat untuk melestarikan budaya bangsa dan membentuk karakter generasi muda yang tangguh ini juga hidup di lingkungan madrasah. MTs NS Sayung secara aktif memfasilitasi minat dan bakat para peserta didik melalui kegiatan Ekstrakurikuler (Ekskul) Pencak Silat Pagar Nusa.
Ekskul Pagar Nusa di MTs NS Sayung bukan sekadar kegiatan olahraga mingguan. Di madrasah ini, ekskul silat menjadi wadah strategis untuk mencetak generasi yang sehat secara jasmani sekaligus kuat secara spiritual. Para siswa dilatih langsung oleh instruktur yang berpengalaman untuk menguasai teknik dasar pencak silat, mulai dari kuda-kuda, pukulan, tendangan, hingga teknik kembangan yang estetis.
Selain itu, ekskul ini juga dipersiapkan untuk menjaring bibit-bibit atlet muda berbakat yang siap diterjunkan dalam berbagai ajang kompetisi, baik di tingkat kabupaten, provinsi, maupun ajang bergengsi seperti PORSEMA (Pekan Olahraga dan Seni Ma’arif).
Bagi para siswa MTs NS Sayung, bergabung dengan Pagar Nusa adalah langkah tepat untuk melatih kemandirian, meningkatkan kepercayaan diri, dan memperluas jaringan pertemanan yang positif di lingkungan sekolah.
Baca Juga:
Melalui ekskul Pagar Nusa, MTs NS Sayung terus berkomitmen untuk melahirkan lulusan yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki ketahanan fisik yang prima serta berakhlak mulia berlandaskan nilai-nilai islami.





Hi, this is a comment.
To get started with moderating, editing, and deleting comments, please visit the Comments screen in the dashboard.
Commenter avatars come from Gravatar.
saya sangat berterimakasih atas semua bimbingan bapak ibu guru